Drakor dan Film Netflix Dorong Tren Wisata ke Korea Selatan, Wisatawan Ingin Rasakan Pengalaman seperti di Layar

Popularitas drakor dan film Netflix mendorong wisatawan asing berkunjung ke Korea Selatan untuk menikmati kuliner, budaya lokal, dan destinasi populer seperti Sungai Han serta Bukchon Hanok Village.

Oleh Kevin Maldini Yusuf•Minggu, 25 Oktober 2026 pukul 11.01 UTC
5 tayangan
Bagikan:WhatsAppX / TwitterFacebook
Drakor dan Film Netflix Dorong Tren Wisata ke Korea Selatan, Wisatawan Ingin Rasakan Pengalaman seperti di Layar
Dokumentasi Liputan TVIBUKOTANEWS — Wilayah Nasional

JAKARTA — Tayangan serial drama Korea (drakor) dan film Korea di layanan streaming Netflix semakin berperan dalam memperkenalkan Korea Selatan sebagai destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara. Tidak hanya menyajikan hiburan, berbagai tayangan tersebut juga memperkenalkan budaya, kuliner, hingga aktivitas keseharian masyarakat Korea yang mendorong penonton untuk merasakan pengalaman serupa secara langsung.

Tren tersebut terlihat dari meningkatnya ketertarikan wisatawan asing terhadap aktivitas lokal yang kerap ditampilkan dalam drama dan film Korea. Salah satu pengalaman yang populer adalah menyantap ramyeon sambil menikmati matahari terbenam di Sungai Han, Seoul.

Dilansir dari The Korea Times, Jumat (23/10/2026), kreator konten perjalanan asal Maroko yang berbasis di Amerika Serikat, Zineb Baaout, membagikan pengalamannya ketika mengunjungi Ttukseom Hangang Park. Setelah menonton ratusan drama Korea, ia akhirnya mencoba sendiri aktivitas yang sering dilihatnya dalam tayangan tersebut.


629714417d7d8.jpg


“Setelah menonton 600 drama Korea, akhirnya saya bisa merasakan langsung sensasi makan ramyeon dan menyaksikan matahari terbenam di Sungai Han,” tulis Baaout dalam unggahannya.

Pengalaman tersebut menggambarkan bagaimana tayangan hiburan dapat membentuk keinginan wisatawan untuk menjelajahi suatu destinasi sekaligus merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Wisatawan Tertarik pada Pengalaman Lokal

Kritikus budaya Jung Duk-hyun menilai bahwa wisatawan asing kini semakin tertarik mengenal kehidupan masyarakat Korea Selatan secara lebih dekat. Ketertarikan tersebut tidak hanya terbatas pada kunjungan ke lokasi wisata populer, tetapi juga mencakup aktivitas sederhana yang sering muncul dalam drama Korea.

Sejumlah pengalaman yang diminati antara lain membeli makanan di minimarket, menikmati minuman di pub setelah jam kerja, hingga bersantai di sauna tradisional Korea atau jjimjilbang.

Aktivitas tersebut memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk merasakan suasana kehidupan lokal yang sebelumnya mereka kenal melalui layar. Dengan demikian, pengalaman menonton drakor dan film Korea dapat berkembang menjadi motivasi untuk merencanakan perjalanan wisata.

Fenomena ini juga memperlihatkan bahwa daya tarik sebuah destinasi tidak selalu bertumpu pada objek wisata ikonik. Kebiasaan masyarakat, suasana lingkungan, serta pengalaman kuliner yang ditampilkan dalam tayangan hiburan turut membentuk gambaran wisata yang ingin dicoba oleh penonton.

Film Animasi Netflix Ikut Mendorong Minat Berkunjung

Pengaruh tayangan Korea terhadap sektor pariwisata juga terlihat setelah film animasi Netflix KPop: Demon Hunters dirilis secara global pada tahun sebelumnya.

Data Trip.com yang dikutip The Korea Times menunjukkan bahwa pemesanan penerbangan menuju Korea Selatan dalam empat minggu setelah perilisan film tersebut meningkat sebesar 146 persen dari Spanyol dan 122 persen dari Jerman.

Selain itu, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Bukchon Hanok Village dilaporkan meningkat sebesar 118 persen.

Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan minat perjalanan setelah tayangan tersebut dirilis. Meski demikian, data peningkatan pemesanan dan kunjungan itu tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa tayangan Netflix merupakan satu-satunya faktor yang mendorong pertumbuhan wisatawan.

Bukchon Hanok Village sendiri dikenal sebagai kawasan yang menampilkan arsitektur rumah tradisional Korea atau hanok. Karakter visual dan nilai budaya kawasan tersebut menjadikannya salah satu tempat yang menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi tradisional Korea Selatan.

Kolaborasi Netflix dan Pelaku Usaha Kuliner

Untuk menghubungkan pengalaman menonton dengan aktivitas di dunia nyata, Netflix juga menjalin kerja sama dengan pelaku usaha di Korea Selatan.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut dilakukan bersama jaringan minimarket GS25 melalui penyediaan makanan siap santap bertema tayangan Netflix serta camilan yang terinspirasi dari jajanan kaki lima Korea.

Kehadiran produk-produk tersebut memungkinkan konsumen mencoba makanan yang berkaitan dengan tayangan hiburan yang mereka nikmati. Bagi wisatawan asing, minimarket pun dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata kuliner, bukan sekadar tempat membeli kebutuhan sehari-hari.

Kolaborasi ini memperlihatkan keterkaitan antara industri hiburan, bisnis makanan, dan sektor pariwisata. Konten yang populer dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menawarkan produk dan pengalaman yang relevan dengan minat penonton.

Konten Hiburan Jadi Bagian dari Daya Tarik Wisata

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa serial drama dan film Korea memiliki potensi untuk memperluas daya tarik pariwisata Korea Selatan. Melalui cerita, karakter, lokasi pengambilan gambar, dan aktivitas keseharian yang ditampilkan, penonton memperoleh gambaran mengenai budaya yang ingin mereka kenal lebih jauh.

Bagi sebagian wisatawan, perjalanan ke Korea Selatan bukan hanya tentang mengunjungi tempat terkenal atau berfoto di lokasi ikonik. Mereka juga ingin mencoba makanan yang muncul dalam drama, menikmati pemandangan Sungai Han, mengunjungi kawasan tradisional, dan merasakan aktivitas yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Tren ini sekaligus menunjukkan bahwa industri hiburan dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan budaya dan destinasi suatu negara kepada audiens global.

Dengan semakin eratnya hubungan antara konten digital dan pengalaman perjalanan, tayangan drama serta film berpotensi terus memengaruhi cara wisatawan memilih destinasi, menyusun rencana perjalanan, dan menentukan aktivitas yang ingin dilakukan selama berada di Korea Selatan.



Topik Terkait
Bagikan:WhatsAppX / TwitterFacebook