Dua Gol Nicolas Jackson Hancurkan Manchester City, Haaland Jadi Sorotan di Villa Park
Manchester City kalah 1-2 dari Aston Villa di Premier League 2026/2027. Erling Haaland menjadi sorotan setelah terlihat kesal kepada Gianluigi Donnarumma.

BIRMINGHAM — Manchester City harus menelan kekalahan 1-2 dari Aston Villa dalam lanjutan Premier League 2026/2027 di Villa Park, Sabtu (24/10/2026). Kekalahan ini mengakhiri catatan sempurna The Citizens di kompetisi liga musim ini. Selain hasil mengecewakan tersebut, perhatian publik juga tertuju pada momen ketika Erling Haaland terlihat meluapkan kekesalannya kepada rekan setimnya, Gianluigi Donnarumma.
Aston Villa mengamankan tiga poin berkat dua gol Nicolas Jackson, sementara Manchester City hanya mampu membalas melalui sundulan Haaland. Hasil ini menjadi pukulan bagi tim asuhan Enzo Maresca yang sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan.
Haaland Tegur Donnarumma di Tengah Pertandingan
Momen yang menjadi sorotan terjadi pada menit ke-33, ketika Aston Villa bersiap mengambil tendangan bebas. Donnarumma terlihat meninggalkan posisinya di bawah mistar gawang untuk menyampaikan protes, sementara Haaland memberikan isyarat agar kiper asal Italia tersebut segera kembali ke posisinya.
Sikap Haaland yang tampak kesal itu kemudian menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah penggemar menyoroti ketegangan yang terlihat di antara kedua pemain Manchester City tersebut saat tim sedang berusaha mengejar ketertinggalan.
Meski demikian, insiden tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya konflik berkepanjangan di ruang ganti Manchester City. Momen itu berlangsung di tengah pertandingan yang menuntut konsentrasi tinggi, terutama ketika tim sedang tertinggal dari lawan.
Dua Gol Nicolas Jackson Jadi Pembeda
Aston Villa membuka keunggulan lebih dahulu pada menit keenam. Nicolas Jackson berhasil memanfaatkan peluang dan melepaskan penyelesaian yang mengarah ke bagian atas gawang Manchester City.
Tertinggal satu gol membuat Manchester City berupaya meningkatkan tekanan. Namun, hingga babak pertama berakhir, tim tamu belum berhasil menyamakan kedudukan.
Memasuki babak kedua, Manchester City akhirnya mencetak gol penyeimbang pada menit ke-52. Erling Haaland sukses menyambut peluang dengan sundulan keras yang mengubah skor menjadi 1-1.
Harapan Manchester City untuk membalikkan keadaan tidak bertahan lama. Delapan menit berselang, Jackson kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi dengan baik oleh Donnarumma.
Gol kedua Jackson memastikan kemenangan Aston Villa dengan skor 2-1 sekaligus membuat Manchester City pulang tanpa membawa poin.
Manchester City Dominan, tetapi Gagal Memaksimalkan Peluang
Secara statistik, Manchester City sebenarnya lebih unggul dalam mengendalikan jalannya pertandingan. The Citizens mencatatkan penguasaan bola sebesar 63 persen dan menghasilkan 15 tembakan, dengan tujuh di antaranya tepat sasaran.
Sebaliknya, Aston Villa mencatatkan penguasaan bola sebesar 37 persen dengan delapan tembakan dan dua di antaranya mengarah ke gawang.
Perbedaan efektivitas penyelesaian akhir menjadi salah satu faktor penentu hasil pertandingan. Aston Villa mampu memaksimalkan peluang yang diperoleh, sedangkan Manchester City gagal mengonversi dominasi permainan menjadi gol tambahan.
Kekalahan tersebut juga memperlihatkan bahwa penguasaan bola dan jumlah peluang yang lebih banyak belum tentu menjamin kemenangan apabila penyelesaian akhir serta pertahanan tidak berjalan optimal.
Enzo Maresca Akui Manchester City Pantas Mendapatkan Hasil Lebih Baik
Usai pertandingan, pelatih Manchester City, Enzo Maresca, mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil akhir. Ia menilai timnya telah menciptakan cukup banyak peluang untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
“Menurut saya, kami pantas mendapatkan sesuatu yang lebih dari pertandingan ini. Kami menciptakan cukup banyak peluang untuk mencetak lebih banyak gol,” ujar Maresca, seperti dikutip dari The Sun.
Maresca juga menyoroti gol kedua Aston Villa yang tercipta pada babak kedua. Menurutnya, Manchester City sebenarnya mampu mengendalikan permainan setelah turun minum, tetapi tetap harus membayar mahal kesalahan yang terjadi.
“Sayangnya, kami hanya kebobolan dari satu tembakan pada babak kedua, tetapi mereka berhasil mencetak gol. Semoga kami bisa belajar dari hal ini dan segera melangkah ke depan,” katanya.
Ia turut mengakui bahwa bermain di Villa Park bukanlah perkara mudah. Maresca menilai gol pembuka Aston Villa berawal dari kesalahan timnya, meskipun Manchester City kemudian menunjukkan respons dengan meningkatkan tekanan dan menciptakan sejumlah peluang.
Meski kecewa, Maresca tetap mengapresiasi semangat para pemain yang terus berjuang hingga pertandingan berakhir. Ia berharap kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki performa tim pada laga-laga berikutnya.
Manchester City Alihkan Fokus ke Carabao Cup
Setelah kekalahan dari Aston Villa, Manchester City harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Berdasarkan jadwal yang tercantum dalam laporan, The Citizens dijadwalkan menjamu Brighton di Etihad Stadium pada Rabu dalam putaran keempat Carabao Cup.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Manchester City untuk bangkit sekaligus memperbaiki kepercayaan diri setelah kehilangan catatan sempurna di Premier League.
Bagi Maresca, evaluasi terhadap kesalahan pertahanan, efektivitas penyelesaian akhir, dan konsentrasi pemain akan menjadi pekerjaan penting menjelang pertandingan selanjutnya.
Sementara itu, kemenangan ini menjadi hasil positif bagi Aston Villa yang berhasil memanfaatkan peluang secara efektif di hadapan pendukungnya sendiri.
Berita Terkait Lainnya
Semua di Olahraga
Moto3 Australia 2026 Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Gagal Tampil dari Pole Position
Balapan Moto3 Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island resmi dibatalkan akibat cuaca buruk dan jarak pandang terbatas. Veda Ega Pratama gagal tampil meski meraih pole position.
